Bismillah...
Sabda Rasulullah saw :
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku melakukan shalat”
(Shahih Bukhari)
sebuah Hadits yg sarat dengan makna yang mendalam,
Rasulullah SAW menyuruh kita untuk melaksanakan shalat seperti shalat yg Beliau perbuat,
Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sudah sempurna Islam dan sempurna Imannya,
yang sudah dijamin selamat dan bisa menyelamatkan manusia yang lainnya dengan Syafa'at Beliau tentunya.
tentu saja Shalatnya juga sudah sempurna secara Zahir dan Bathinnya.
hanyalah orang orang yang sudah mendapat Ilmu dari Beliau yang bisa mengerjakan dan mengajarkan bagaimana sesungguhnya shalat yg Beliau Perintahkan tersebut...!
ya Hanya para Sahabat dijaman Rasulullah dan Para Pewaris Beliau disetiap Zamannya ( Al Ulama Warisyatulambya ) yg sudah tahu dan Faham bagaimana shalat yg beliau perbuat tersebut.
bukan hanya shalat secara jahir (fisik) akan tetapi lengkap denganBathin (ruhaninya) shalatnya tersebut.
oleh karena itu,
bila kita menginginkan shalat seperti shalatnya Rasulullah,
shalat yg sempurna diperbuat zahir (jasmani) dan bathinnya (ruhani).
carilah Pewaris Beliau disetiap zamannya agar kita bisa memperbuat seperti apa yg diperbuat Rasulullah tersebut.
Kanat banu-isroila tasu suhumul 'anbiyau, kullama halaka Nabiyyun kholafahu Nabiyyun. Wainnahu laa Nabiyya ba'di wasa takuunu khulafa'u fataktsuru
Dulu Bani Israil diurusi dan dipelihara oleh Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi Sesudahku dan ada para Khalifah yang berjumlah banyak.
(HR. Bukhari - Muslim)
siapakah pewaris Rasulullah dizaman sekarang ini...?
dan itu ditegaskan Rasulullah SAW :
Al-Ulama'u Warishatul Ambiya. Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi
(HR. Muslim)
carilah seorang Ulama Warisyatulambya tersebut,
belajarlah pada mereka,
mengikutlah pada mereka,
berjuanglah bersama mereka,
mengabdilah pada mereka,
niscaya keselamatan didunia sampai akhirat yg kita idam idamkan akan kita peroleh,
karena hanya Ulama sajalah dizaman sekarang ini yg benar benar taqwa/patuh/takut kepada Allah SWT,
dan ditegaskan oleh Allah SWT dalam salah satu FirmanNya:
In-namaa yakhsalloha min ibaadihil 'ulamaa-u.
"Hanya Ulama sajalah di antara hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Allah SWT."
(QS. Al-Fathir : 28).
"Al-Islaamu 'ilmiyyun wa 'amaliyyun" - "Islam adalah ilmiah dan amaliah." (HR. Bukhari). segala sesuatu/ilmu tentang Islam harus/wajib bisa diterima oleh akal/ilmiah, setelah bisa diterima oleh akal maka perbuatlah (amaliah). dan Ilmu TASAWUF yang BENAR harus diatas Ilmu SYARI'AT yang BENAR juga tentunya...! Bagi sahabat yang ingin berbagi, silahkan kontak kami di : 0897 3174 341
Selasa, 11 Maret 2014
MENGENAL ALLAH
Bismillah...
bagaimana kita bisa mengenal Allah bila kita tak pernah berusaha mendekatiNYa...?
bagaimana kita bisa mendekatiNYa bila kita tak pernah tahu caranya...?
bagaimana kita bisa tahu caranya bila kita tak pernah belajar dan bertanya pada Ahlinya...?
bagaimana kita bisa belajar dan bertanya pada Ahlinya bila kita tak pernah berusaha mencari sang Ahlinya tesebut...?
akankah kita bisa mengenal Allah...???
jawabanya:
MUSTAHIL kita bisa...!
sedangkan dalam salah satu keterangan menyebutkan:
"Awaludini Ma'rifatullah"
Awal Agama adalah mengenal Allah
(Hadits Qudsi)
bila kita naknai secara agak extrim,
belumlah mereka beragama (Islam) bila belum mengenal Allah,
betapa penting dan teramat mendasarnya pengenalan kepada Allah tersebut,
sehingga ditekankan sekali untuk memperbuatnya.
bila kita belum bisa dan mendapatkan ilmu tersebut,
maka cepatlah perbuat,
carilah orang yang dia sudah mengenal Allah,
agar kita bisa diajarkan cara supaya kita bisa mengenal Allah.
siapakah orang yang sudah mengenal Allah tersebut...???
sudah pasti Rasulullah SAW yang sudah mengenalNya,
dan Beliau ajarkan ilmu tentang mengenal Allah tersebut kepada para Sahabatnya,
dan sepeninggalan Rasulullah,
Para Sahabat Rasulullah tersebut mengajarkan ilmu tersebut kepada murid/jamaahnya turun temurun disetiap zamannya.
dan itu diterangkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya:
Kanat banu-isroila tasu suhumul 'anbiyau, kullama halaka Nabiyyun kholafahu Nabiyyun. Wainnahu laa Nabiyya ba'di wasa takuunu khulafa'u fataktsuru
Dulu Bani Israil diurusi dan dipelihara oleh Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi Sesudahku dan ada para Khalifah yang berjumlah banyak.
(HR. Bukhari - Muslim)
siapakah pewaris Rasulullah dizaman sekarang ini...?
dan itu ditegaskan Rasulullah SAW :
Al-Ulama'u Warishatul Ambiya. Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi
(HR. Muslim)
maka carilah Ulama Warisyatulambya tersebut dengan sedaya upaya dan sungguh sungguh...
dan itu diperintahkan Allah SWT dalam salah satu FirmanNya:
Fas alu ahla dzikri inkuntum laata'lamun.
Artinya :
" Bertanyalah kamu kpd Ahli Dzikir (orang yang berilmu) bila kamu belum tahu. Maha benarlah Allah dengan segala firman2nya".
( QS. An-Nahl ayat 43 )
"YaaAy-yuhalladzina aamanut-taqqulloh wab-taghu ilaihil wasiilata wa jaahiduu fiisabiilihii la-allakum tuflihuun".
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan carilah wasilah/metoda/jalan yang mampu menyampaikan kamu langsung kepada Alloh serta bersungguh-sungguh di jalan tersebut (diatas wasilah itu),niscaya kamu akan menang (Dunia-Akhirat)
(QS.Al-Maidah : 35).
semoga menjadi bahan renungan bagi yg belum bisa menemukan jalan untuk mengenal Allah tersebut,
dan janganlah kita dimasukan kedalam golongan yang disesatkanNya...!
seperti Firman Allah SWT dibawah ini :
May-yahdillahufahuwal muhtad
Wamay-yudhlil falan tajida lahu
Waliy-yammursyida
(QS. Al-Kahfi : 17)
Artinya:
Barang siapa yang diberi petunjuk olehAllah, dialah orang yang mendapat petunjuk, dan siapa yang dibiarkan sesat, maka tidak ada seorang pemimpinpun yang dapat memberinya petunjuk.
bagaimana kita bisa mengenal Allah bila kita tak pernah berusaha mendekatiNYa...?
bagaimana kita bisa mendekatiNYa bila kita tak pernah tahu caranya...?
bagaimana kita bisa tahu caranya bila kita tak pernah belajar dan bertanya pada Ahlinya...?
bagaimana kita bisa belajar dan bertanya pada Ahlinya bila kita tak pernah berusaha mencari sang Ahlinya tesebut...?
akankah kita bisa mengenal Allah...???
jawabanya:
MUSTAHIL kita bisa...!
sedangkan dalam salah satu keterangan menyebutkan:
"Awaludini Ma'rifatullah"
Awal Agama adalah mengenal Allah
(Hadits Qudsi)
bila kita naknai secara agak extrim,
belumlah mereka beragama (Islam) bila belum mengenal Allah,
betapa penting dan teramat mendasarnya pengenalan kepada Allah tersebut,
sehingga ditekankan sekali untuk memperbuatnya.
bila kita belum bisa dan mendapatkan ilmu tersebut,
maka cepatlah perbuat,
carilah orang yang dia sudah mengenal Allah,
agar kita bisa diajarkan cara supaya kita bisa mengenal Allah.
siapakah orang yang sudah mengenal Allah tersebut...???
sudah pasti Rasulullah SAW yang sudah mengenalNya,
dan Beliau ajarkan ilmu tentang mengenal Allah tersebut kepada para Sahabatnya,
dan sepeninggalan Rasulullah,
Para Sahabat Rasulullah tersebut mengajarkan ilmu tersebut kepada murid/jamaahnya turun temurun disetiap zamannya.
dan itu diterangkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya:
Kanat banu-isroila tasu suhumul 'anbiyau, kullama halaka Nabiyyun kholafahu Nabiyyun. Wainnahu laa Nabiyya ba'di wasa takuunu khulafa'u fataktsuru
Dulu Bani Israil diurusi dan dipelihara oleh Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi Sesudahku dan ada para Khalifah yang berjumlah banyak.
(HR. Bukhari - Muslim)
siapakah pewaris Rasulullah dizaman sekarang ini...?
dan itu ditegaskan Rasulullah SAW :
Al-Ulama'u Warishatul Ambiya. Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi
(HR. Muslim)
maka carilah Ulama Warisyatulambya tersebut dengan sedaya upaya dan sungguh sungguh...
dan itu diperintahkan Allah SWT dalam salah satu FirmanNya:
Fas alu ahla dzikri inkuntum laata'lamun.
Artinya :
" Bertanyalah kamu kpd Ahli Dzikir (orang yang berilmu) bila kamu belum tahu. Maha benarlah Allah dengan segala firman2nya".
( QS. An-Nahl ayat 43 )
"YaaAy-yuhalladzina aamanut-taqqulloh wab-taghu ilaihil wasiilata wa jaahiduu fiisabiilihii la-allakum tuflihuun".
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan carilah wasilah/metoda/jalan yang mampu menyampaikan kamu langsung kepada Alloh serta bersungguh-sungguh di jalan tersebut (diatas wasilah itu),niscaya kamu akan menang (Dunia-Akhirat)
(QS.Al-Maidah : 35).
semoga menjadi bahan renungan bagi yg belum bisa menemukan jalan untuk mengenal Allah tersebut,
dan janganlah kita dimasukan kedalam golongan yang disesatkanNya...!
seperti Firman Allah SWT dibawah ini :
May-yahdillahufahuwal muhtad
Wamay-yudhlil falan tajida lahu
Waliy-yammursyida
(QS. Al-Kahfi : 17)
Artinya:
Barang siapa yang diberi petunjuk olehAllah, dialah orang yang mendapat petunjuk, dan siapa yang dibiarkan sesat, maka tidak ada seorang pemimpinpun yang dapat memberinya petunjuk.
ISLAM ITU AGAMA PERBUATAN
Bismillah...
Islam itu agama perbuatan,
bukankah kita dalam agama Islam ini berbuat mengikuti Perintah Allah SWT dan
mengikut perbuatan yg dicontohkan Rasulullah supaya selamat...?
artinya,
diperbuat saja menurut tuntunan orang yang sudah dia Ahli dibidangnya (Agama Islam),
jgn terlalu banyak bertanya menurut akal fikiran,
salah bertanya bukannya sampai malah akan semakin jauh tersesat.
bila mau bertanya,
bertanyalah kepada Ahlinya,
dan hal tersebut ditegaskan oleh Allah SWT dalam salah satu FirmanNya :
" Fas-aluu ahladzdzikri inkuntum laata' lamuuna "
- Makabertanyalah kepada ahli dzikir (orang yg berilmu) jika kamu tidak mengerti.
( Qs. An Nahl ayat 43.)
manalah mampu pertanyaan tentang Kalamullah (ayat ayat /kejadian dari Firman Allah) yg sifatnya kekal/abadi diterjemahkan oleh sang Akal/fikiran yg bersifat fana..?
hanya sesuatu yg bersifat kekal/Abadi juga yg dapat menjawabnya.
apa yg bersifat kekal dlm diri kita ini?
itulah Hati / Ruhani yg bersifat kekal/abadi juga yg ada dlm diri kita,
hatilah yg bisa menjawabnya bukan akal kita...!
hati yg bagaimana yg bisa menjawab pertanyaan tersebut...?
tentu saja hati yang sudah takik dia beserta/hubungan/ingat/dzikir kepada Allah SWT yang mampu menjawab semua pertanyaan tentang Agama Islam (Kalammullah/ayat ayat Allah) ini.
karena,
hati/ruhani tdk pernah bertanya tapi berbuat...!
apa yg diperbuat sang hati tersebut..?
ia selalu takik berdzikir/beserta/hubungan kepada Allah,
dan itulah salah satu ilmu yg diajarkan para Ulama warisyatulambya sebagai kaki tangan dan Pewaris Rasulullah SAW dimuka Bumi ini disetiap zamannya,
"Kanat banu-isroila tasu suhumul 'anbiyau, kullama halaka Nabiyyun kholafahu Nabiyyun. Wainnahu laa Nabiyya ba'di wasa takuunu khulafa'u fataktsuru"
Dulu Bani Israil diurusi dan dipelihara oleh Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi Sesudahku dan ada para Khalifah yang berjumlah banyak.
(HR. Bukhari - Muslim)
Al-Ulama'u Warishatul Ambiya. Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi
(HR. Muslim)
Yasfa'u yaumal qiyaamatil ambyia'u tsummal Ulamaa'u tsummasy - syuhadaa'u.
Yang memberi Syafa'at di hari qiamat adalah para Nabi, Ulama dan Syuhada
(HR. Ibnu Majah).
In-namaa yakhsalloha min ibaadihil 'ulamaa-u.
Hanya Ulama sajalah di antara hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Alloh SWT.
(QS. Al-Fathir : 28).
hanya seoarng Ulama warisyatulambya yg bisa mengajarkan Ruhani/hati kita untuk selalu beserta/hubungan/ingat/dzikir kepada Allah.
dan itu diperintahkan Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman!
Berdzikirlah (besrta/ingat/hubungan) kamu pada Allah sebanyak-banyak nya, dan
bertasbihlah pada-Nya diwaktu pagi maupun petang!”.
(QS. Al-Ahzab 41-42)
“…Yakni orang-orang dzikir pada Allah baik diwaktu berdiri, ketika duduk dan diwaktu berbaring”.
(Ali Imran :191)
“Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tenteram dengan dzikir pada Allah. Ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hatipun akan merasa aman dan tenteram”.
(Ar-Ro’d : 28)
‘Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati dengan merendahkan diri disertai perasaan dan tanpa mengeraskan suara’.
(Al A’raf:205).
manalah bisa jasmani kita yg bersifat Fana ini bisa berkekalan dalam berdzikir kepadaNya...?
bagaimana kita disaat tidur agar bisa tetap berdzikir kepadaNya..?
bila hanya akal dan bibir serta lisan yg berdzikir,
sudah barang tentu tidak mampu/tdk bisa memperbuat dzikir yg berkekalan tersebut.
padahal sudah jelas hukumnya bila itu Perintah Allah pasti wajib diperbuat Hukumnya..!
maka dari itu,
carilah Sang Ahli tersebut supaya kita dapat memperbuat apa yg diperintah Allah SWT tersebut...!
Islam itu agama perbuatan,
bukankah kita dalam agama Islam ini berbuat mengikuti Perintah Allah SWT dan
mengikut perbuatan yg dicontohkan Rasulullah supaya selamat...?
artinya,
diperbuat saja menurut tuntunan orang yang sudah dia Ahli dibidangnya (Agama Islam),
jgn terlalu banyak bertanya menurut akal fikiran,
salah bertanya bukannya sampai malah akan semakin jauh tersesat.
bila mau bertanya,
bertanyalah kepada Ahlinya,
dan hal tersebut ditegaskan oleh Allah SWT dalam salah satu FirmanNya :
" Fas-aluu ahladzdzikri inkuntum laata' lamuuna "
- Makabertanyalah kepada ahli dzikir (orang yg berilmu) jika kamu tidak mengerti.
( Qs. An Nahl ayat 43.)
manalah mampu pertanyaan tentang Kalamullah (ayat ayat /kejadian dari Firman Allah) yg sifatnya kekal/abadi diterjemahkan oleh sang Akal/fikiran yg bersifat fana..?
hanya sesuatu yg bersifat kekal/Abadi juga yg dapat menjawabnya.
apa yg bersifat kekal dlm diri kita ini?
itulah Hati / Ruhani yg bersifat kekal/abadi juga yg ada dlm diri kita,
hatilah yg bisa menjawabnya bukan akal kita...!
hati yg bagaimana yg bisa menjawab pertanyaan tersebut...?
tentu saja hati yang sudah takik dia beserta/hubungan/ingat/dzikir kepada Allah SWT yang mampu menjawab semua pertanyaan tentang Agama Islam (Kalammullah/ayat ayat Allah) ini.
karena,
hati/ruhani tdk pernah bertanya tapi berbuat...!
apa yg diperbuat sang hati tersebut..?
ia selalu takik berdzikir/beserta/hubungan kepada Allah,
dan itulah salah satu ilmu yg diajarkan para Ulama warisyatulambya sebagai kaki tangan dan Pewaris Rasulullah SAW dimuka Bumi ini disetiap zamannya,
"Kanat banu-isroila tasu suhumul 'anbiyau, kullama halaka Nabiyyun kholafahu Nabiyyun. Wainnahu laa Nabiyya ba'di wasa takuunu khulafa'u fataktsuru"
Dulu Bani Israil diurusi dan dipelihara oleh Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi Sesudahku dan ada para Khalifah yang berjumlah banyak.
(HR. Bukhari - Muslim)
Al-Ulama'u Warishatul Ambiya. Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi
(HR. Muslim)
Yasfa'u yaumal qiyaamatil ambyia'u tsummal Ulamaa'u tsummasy - syuhadaa'u.
Yang memberi Syafa'at di hari qiamat adalah para Nabi, Ulama dan Syuhada
(HR. Ibnu Majah).
In-namaa yakhsalloha min ibaadihil 'ulamaa-u.
Hanya Ulama sajalah di antara hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Alloh SWT.
(QS. Al-Fathir : 28).
hanya seoarng Ulama warisyatulambya yg bisa mengajarkan Ruhani/hati kita untuk selalu beserta/hubungan/ingat/dzikir kepada Allah.
dan itu diperintahkan Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman!
Berdzikirlah (besrta/ingat/hubungan) kamu pada Allah sebanyak-banyak nya, dan
bertasbihlah pada-Nya diwaktu pagi maupun petang!”.
(QS. Al-Ahzab 41-42)
“…Yakni orang-orang dzikir pada Allah baik diwaktu berdiri, ketika duduk dan diwaktu berbaring”.
(Ali Imran :191)
“Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tenteram dengan dzikir pada Allah. Ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hatipun akan merasa aman dan tenteram”.
(Ar-Ro’d : 28)
‘Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati dengan merendahkan diri disertai perasaan dan tanpa mengeraskan suara’.
(Al A’raf:205).
manalah bisa jasmani kita yg bersifat Fana ini bisa berkekalan dalam berdzikir kepadaNya...?
bagaimana kita disaat tidur agar bisa tetap berdzikir kepadaNya..?
bila hanya akal dan bibir serta lisan yg berdzikir,
sudah barang tentu tidak mampu/tdk bisa memperbuat dzikir yg berkekalan tersebut.
padahal sudah jelas hukumnya bila itu Perintah Allah pasti wajib diperbuat Hukumnya..!
maka dari itu,
carilah Sang Ahli tersebut supaya kita dapat memperbuat apa yg diperintah Allah SWT tersebut...!
THARIQAT
Assallamu'alaikum wr. wb.
THARIQAT bukanlah suatu Golongan dalam Agama Islam,
akan tetapi suatu metode dalam mempelajari Ilmu Keruhanian Islam yang Populer dengan nama Ilmu TASAWUF.
Mempelajari Agama Islam itu harus dilihat dari dua sisi ilmu yaitu Ilmu Syar'i/Syariat dan Ilmu Haqiqi/Haqiqat.
Kedua Ilmu tersebut, masing-masing mempunyai tata cara pelaksanaannya.
Dalam mempelajari Ilmu Syari'at,
kita dapat menanyakan kepada hampir keseluruh ustadz (guru) zahir, fisik, atau yang punyatitel/gelar kesarjanaan suatu ilmu ataupun membaca di berbagai literatur diberbagai perpustakaan baik di Universitas Islam maupun di sekolah umum.
Disana juga didapatkan berbagai macam tata cara, metode membaca Al Qur'an, IlmuTajwid, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahu, Ilmu Perdata Islam, Ilmu Sejarah Islam/Tarikh,Ilmu Perbandingan Agama (Usuluddin), Ilmu Siasat/Politik, dll.
Untukmempelajari Ilmu Hakekat (IlmuKerohanian Islam) itu juga harus dan mutlak merujuk kepada Ahlinya yaitu Ahladz Dzikri (Pemimpin peramalan dzikrullah= Waliya Mursyida, Mursyidana) dan memang disuruh (diperintahkan) oleh Allah
" Fas-aluu ahladzdzikri inkuntum laata' lamuuna "
- Makabertanyalah kepada ahli dzikir (orang yang berilmu pengetahuan) jika kamu tidak mengerti.
( Qs. An Nahl ayat 43.)
Lalubagaimanakah penjabaran dari perintahAllah SWT
di QS. Al Ahzab, ayat 41 :
Yaaayyuhaladziina aamnuudz dzikurullaaha dzikran katsiiraan
- Wahaiorang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yangsebanyak-banyaknya (berkekalan).
serta implementasi dari
Qs. Ar Ra'du, ayat 28:
" Alladziina aamanu tahtmainnulquluubuhum bidzikrillaah alaa bidzikrillaahi tathmainnul quluubu"
-(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka yang hatinya tentram - tenangkarena mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (zikir) itu hatimenjadi tenang-tentram.
Danpernyataan Nabi Saw :
Innamaa bu'itsuliutamimma makaarimal akhlaaq
- Sesungguhnya aku (Nabi Saw) diutussemata-mata untuk menyempurnakan akhlak (perilaku lahir = jasmani dan batin =rohani)
( HR Ahmad.)
Untuk perilaku zahir/fisik, misalnya "Ilmu Fiqih" mengajarkanlafadz, niat, dan pelaksanaan tehnis dari demensi fisisnya/zahirnya ibadat,cakupan operasionalnya adalah yang horizontal (filosofisnya agar ada perbedaan/pembeda antara ibadatkaum Muslimin dengan Non Muslimin),
maka "Ilmu Kerohanian Islam" mengajarkan teknis pelaksanaan kerohanian dari pada substansi - esensi ibadat,
yaitu cara menghubungkan diri Rohani/Arwah, Qalbu - hati, langsung ke hadirat AllahSWT.
Metode pelaksanaan tehnisnya disebut "Thoriqoh = Thariqat".
Oleh karena itu,
"Ilmu Fiqih" adalah penting dibidang ibadah fisis jasmaniah,
sedangkan
"Ilmu Kerohanian Islam" juga penting dalam hubungan vertikal yang merupakan esensi, hakekat ruh-qalbu dalam misi ibadah itu sendiri,
yang merupakan obyek yang mesti diolah dan digarap oleh ahlinya - ahladz dzikir.
Jadi kedua Ilmu (Fiqih dan Kerohanian Islam) itu tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, harus berjalan dan dijalankan bersama-sama laksana dua sisi mata uang,
dimana sisi yang satu merupakan pelengkap mutlak dengan sisi yang lainnya, demikian juga sebaliknya.
Akan tetapi tidak semua Thariqat itu mengajarkan Ilmu yang masih murni datangnya secara turun temurun dari jaman Rasulullah hingga kini,karena hanya Thariqat yang "AHLI SILSILAH" Keilmuannya yang harus kita cari dan ikuti.
karena dizaman sekarang ini teramat banyak jenis dan nama Thariqat khususnya di Bumi Indonesia tercinta ini.
selamat berjuang dan mencari buat para sahabat semua,
semoga kita tidak dimasukan kedalam golongan orang orang yang tidak diberi petunjuk dan disesatkan Allah SWT....
THARIQAT bukanlah suatu Golongan dalam Agama Islam,
akan tetapi suatu metode dalam mempelajari Ilmu Keruhanian Islam yang Populer dengan nama Ilmu TASAWUF.
Mempelajari Agama Islam itu harus dilihat dari dua sisi ilmu yaitu Ilmu Syar'i/Syariat dan Ilmu Haqiqi/Haqiqat.
Kedua Ilmu tersebut, masing-masing mempunyai tata cara pelaksanaannya.
Dalam mempelajari Ilmu Syari'at,
kita dapat menanyakan kepada hampir keseluruh ustadz (guru) zahir, fisik, atau yang punyatitel/gelar kesarjanaan suatu ilmu ataupun membaca di berbagai literatur diberbagai perpustakaan baik di Universitas Islam maupun di sekolah umum.
Disana juga didapatkan berbagai macam tata cara, metode membaca Al Qur'an, IlmuTajwid, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahu, Ilmu Perdata Islam, Ilmu Sejarah Islam/Tarikh,Ilmu Perbandingan Agama (Usuluddin), Ilmu Siasat/Politik, dll.
Untukmempelajari Ilmu Hakekat (IlmuKerohanian Islam) itu juga harus dan mutlak merujuk kepada Ahlinya yaitu Ahladz Dzikri (Pemimpin peramalan dzikrullah= Waliya Mursyida, Mursyidana) dan memang disuruh (diperintahkan) oleh Allah
" Fas-aluu ahladzdzikri inkuntum laata' lamuuna "
- Makabertanyalah kepada ahli dzikir (orang yang berilmu pengetahuan) jika kamu tidak mengerti.
( Qs. An Nahl ayat 43.)
Lalubagaimanakah penjabaran dari perintahAllah SWT
di QS. Al Ahzab, ayat 41 :
Yaaayyuhaladziina aamnuudz dzikurullaaha dzikran katsiiraan
- Wahaiorang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yangsebanyak-banyaknya (berkekalan).
serta implementasi dari
Qs. Ar Ra'du, ayat 28:
" Alladziina aamanu tahtmainnulquluubuhum bidzikrillaah alaa bidzikrillaahi tathmainnul quluubu"
-(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka yang hatinya tentram - tenangkarena mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (zikir) itu hatimenjadi tenang-tentram.
Danpernyataan Nabi Saw :
Innamaa bu'itsuliutamimma makaarimal akhlaaq
- Sesungguhnya aku (Nabi Saw) diutussemata-mata untuk menyempurnakan akhlak (perilaku lahir = jasmani dan batin =rohani)
( HR Ahmad.)
Untuk perilaku zahir/fisik, misalnya "Ilmu Fiqih" mengajarkanlafadz, niat, dan pelaksanaan tehnis dari demensi fisisnya/zahirnya ibadat,cakupan operasionalnya adalah yang horizontal (filosofisnya agar ada perbedaan/pembeda antara ibadatkaum Muslimin dengan Non Muslimin),
maka "Ilmu Kerohanian Islam" mengajarkan teknis pelaksanaan kerohanian dari pada substansi - esensi ibadat,
yaitu cara menghubungkan diri Rohani/Arwah, Qalbu - hati, langsung ke hadirat AllahSWT.
Metode pelaksanaan tehnisnya disebut "Thoriqoh = Thariqat".
Oleh karena itu,
"Ilmu Fiqih" adalah penting dibidang ibadah fisis jasmaniah,
sedangkan
"Ilmu Kerohanian Islam" juga penting dalam hubungan vertikal yang merupakan esensi, hakekat ruh-qalbu dalam misi ibadah itu sendiri,
yang merupakan obyek yang mesti diolah dan digarap oleh ahlinya - ahladz dzikir.
Jadi kedua Ilmu (Fiqih dan Kerohanian Islam) itu tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, harus berjalan dan dijalankan bersama-sama laksana dua sisi mata uang,
dimana sisi yang satu merupakan pelengkap mutlak dengan sisi yang lainnya, demikian juga sebaliknya.
Akan tetapi tidak semua Thariqat itu mengajarkan Ilmu yang masih murni datangnya secara turun temurun dari jaman Rasulullah hingga kini,karena hanya Thariqat yang "AHLI SILSILAH" Keilmuannya yang harus kita cari dan ikuti.
karena dizaman sekarang ini teramat banyak jenis dan nama Thariqat khususnya di Bumi Indonesia tercinta ini.
selamat berjuang dan mencari buat para sahabat semua,
semoga kita tidak dimasukan kedalam golongan orang orang yang tidak diberi petunjuk dan disesatkan Allah SWT....
Langganan:
Postingan (Atom)